Dalam sebuah hadits Rosulullah bersabda :
لا يؤمن أحد حتى أكون أحب إليه من ولده و والده و الناس أجمعين ، رواه مسلم
Yang artinya : tidaklah sempurna iman seseorang sampai aku (rosulullah) menjadi orang yang paling ia cintai melebihi anaknya atau orang tua nya bahkan dari semua orang
لا يؤمن أحد حتى أكون أحب إليه من ولده و والده و الناس أجمعين ، رواه مسلم
Yang artinya : tidaklah sempurna iman seseorang sampai aku (rosulullah) menjadi orang yang paling ia cintai melebihi anaknya atau orang tua nya bahkan dari semua orang
Jika di pikir secara akal logika, betapa egoisnya seorang muhammad ibn abdillah, seorang kekasih Allah menyuruh umatnya untuk mencintai dirinya melebihi semuanya, padahal di sisi yang lain pada asalnya cukup bagi rosulullah mahabbah dari Allah dan dari para malaikat-Nya.
Perlu kita fahami bahwa umat Nabi Muhammad adalah yang paling pendek umurnya dibandingkan umat-umat terdahulu yang hidup berabad-abad lamanya, kita hanya di beri sepersepuluh dari umur umat terdahulu, kita lihat contoh nabiyullah Ibrahim AS yang khitan pada umur 80 tahun, kala itu beliau masih kanak-kanak. Jika di zaman sekarang? Bayangkan saja, mungkin dikhitan pakai kapak jika umur segitu.
Dalam hadits yang tertera di atas Rosulullah tahu bahwa kita adalah umat yang lemah dalam segala hal, tidak mungkin kita hanya mengandalkan amal ibadah sehari-hari sebagai bekal untuk masuk surga Allah, berangkat dari sinilah Rosulullah memfasilitasi kita dengan paling mudah nya wasilah atau perantara untuk masuk surga, yaitu dengan bekal cinta kepada Rosulullah SAW.
Dalam suatu riwayat, pernah pada suatu hari Rosulullah sedang memberikan tausiyah kepada para sahabat, tiba-tiba seorang badui memotong khotbah rosulullah dan bertanya: "wahai Rosulullah kapankah kiamat akan tiba?". Rosulullah pun menjawabnya "apa yang telah kau siapkan untuk menghadapi hari tersebut?" Terdiamlah si badui tersebut, kemudian dia berkata "Demi Allah aku tidak pernah melakukam puasa sunnah ataupun sholat sunnah sekali pun, yang aku punya hanyalah berbekal cintaku kepada Allah dan Rosul-Nya". seketika itu Rosulullah pun tersenyum seraya bersabda:
"يحشر المرء يوم القيامة مع من أحب".
Di hari kiamat kelak manusia akan digiring di padang mahsyar bersama orang yang ia cintai. Dalam riwayat lain المرء مع من أحب manusia akan bersama orang yang ia cintai.
Pada saat itu sahabat Anas bin Malik pun tersenyum dan berkata "tidak pernah aku sebahagia hari ini, Ya Allah saksikanlah bahwasanya aku mencintai Rosul-Mu, Abu Bakar, dan Umar, maka kumpulkanlah aku kelak bersama mereka meskipun sholatku tidak sebaik sholat mereka".
"يحشر المرء يوم القيامة مع من أحب".
Di hari kiamat kelak manusia akan digiring di padang mahsyar bersama orang yang ia cintai. Dalam riwayat lain المرء مع من أحب manusia akan bersama orang yang ia cintai.
Pada saat itu sahabat Anas bin Malik pun tersenyum dan berkata "tidak pernah aku sebahagia hari ini, Ya Allah saksikanlah bahwasanya aku mencintai Rosul-Mu, Abu Bakar, dan Umar, maka kumpulkanlah aku kelak bersama mereka meskipun sholatku tidak sebaik sholat mereka".
Cinta yang dimaksud disini bukanlah seperti cinta nya seorang lelaki kepada istrinya atau kepada anaknya, cinta disini ialah cinta yang tumbuh atas dasar karena melihat kebaikan yang ada dalam orang yang mereka cintai.
Mari kita tumbuhkan rasa cinta kepada Rosulullah, jadikanlah rosulullah idola kita, kita jika melihat band atau artis yang kita sukai terkadang kita sampai menjerit, menangis bahkan pingsan, belum tentu mereka mau membantu kita, menoleh pun tidak, Rosulullah di akhir hayatnya masih terus memikirkan nasib kita sebagai umatnya, yang mana ketika di cabut ruh nya yang mulia kata terakhir yang terucap adalah "ummatii, ummatii, ummati" beliau menyebutkan kita dan di alam barzakh beliau masih terus mengawasi kita, membalas sholawat yang kita baca, memberi kita syafaat di hari kiamat yang mana tidak ada syafaat kecuali hanya syafaat dari baginda Rosulullah SAW
اللهم صل و سلم على سيدنا محمد وعلى آله و صحبه
Tidak ada komentar:
Posting Komentar